Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Afraid

Disappointed? Yeah. You've been broke my trust. Hurt? a little bit. But I've been hurted someone more than this in the past. I guest it's fair. Afraid? of course, yes. I'm afraid for lossing you, maybe. Or I'm afraid to be hurt? I don't know. After all of them... I don't know why I still love you I still wanna be with you I still accept you to be my boyfriend, my partner, my wish Nothing's changed But, I still afraid Can you keep your promises? Can you pass our boring moment? Would you still love me the same?

From: Someone

Denting waktu berbunyi, sedang jemari mengiringi Tulisan dari peluh derita penanti Semakin ku tahan, semakin menyakiti Aku yang dulu mati ditusuk jiwa setajam belati Kini kau hidupkan kembali dengan untaian mewangi, melati di sepanjang jarak dan hari Kita tanam bersama rindu, yang kian lama bukan sekedar tumbuh Kita pupuk dengan jarak, kita siram dengan waktu Membengkak kalbu kau pukul dengan setiap inci mewangi mu Kedamaian yang kau cipta, secerah matahari Membuatku merasa beruntung Menjadi laki-laki yang kau beri nafas lagi Katamu Semakin lama menahan rindu, semakin bahagia saat bertemu Kataku Kala jumpa tak jadi nyata Jangan bunuh rindu kita yang sudah tumbuh dewasa

Terimakasih

Terimakasih sudah datang dan pergi, hingga aku terbiasa menjadi bayangmu kala itu. Antara ada dan tiada, antara ingin pergi atau bertahan. Terimakasih untuk kejujuran yang mungkin hampir terlambat ini. Untuk pernyataanmu yang telah kunanti sejak dua tahun lalu. Dengan kedatanganmu kembali yang tiba-tiba. Dengan perasaan takut kau tinggalkan lagi. Dengan keraguan yang menyiksa. Namun, kau bsngkitksn lagi kepercayaan itu. Kau yakinkanku dengan tuturmu dan lakumu. hingga aku percaya, mungkin inilah saatnya. Terimakasih telah kembali. Terimakasih untuk tak membiarkanku pergi.