Denting waktu berbunyi, sedang jemari mengiringi
Tulisan dari peluh derita penanti
Semakin ku tahan, semakin menyakiti
Aku yang dulu mati ditusuk jiwa setajam belati
Kini kau hidupkan kembali dengan untaian mewangi, melati di sepanjang jarak dan hari
Kita tanam bersama rindu, yang kian lama bukan sekedar tumbuh
Kita pupuk dengan jarak, kita siram dengan waktu
Membengkak kalbu kau pukul dengan setiap inci mewangi mu
Kedamaian yang kau cipta, secerah matahari
Membuatku merasa beruntung
Menjadi laki-laki yang kau beri nafas lagi
Katamu
Semakin lama menahan rindu, semakin bahagia saat bertemu
Kataku
Kala jumpa tak jadi nyata
Jangan bunuh rindu kita yang sudah tumbuh dewasa
Tulisan dari peluh derita penanti
Semakin ku tahan, semakin menyakiti
Aku yang dulu mati ditusuk jiwa setajam belati
Kini kau hidupkan kembali dengan untaian mewangi, melati di sepanjang jarak dan hari
Kita tanam bersama rindu, yang kian lama bukan sekedar tumbuh
Kita pupuk dengan jarak, kita siram dengan waktu
Membengkak kalbu kau pukul dengan setiap inci mewangi mu
Kedamaian yang kau cipta, secerah matahari
Membuatku merasa beruntung
Menjadi laki-laki yang kau beri nafas lagi
Katamu
Semakin lama menahan rindu, semakin bahagia saat bertemu
Kataku
Kala jumpa tak jadi nyata
Jangan bunuh rindu kita yang sudah tumbuh dewasa
Komentar
Posting Komentar